Hanya Pengguna Gratis Zoom Yang Sangat Rentan Dibobol

  • Whatsapp
Hanya Pengguna Gratis Zoom Yang Sangat Rentan Dibobol
Hanya Pengguna Gratis Zoom Yang Sangat Rentan Dibobol

Aplikasi Zoom menjadi popler semenjak wabah virus corona mulai terjadi. Penyebaran virus corona membuat semua dunia yang terdampak , mengharuskan kebijakan untuk bekerja dirumah sementara waktu. Tidak terkecuali di Indonesa yang saat ini kasus terjangkit virus corona masih terjadi. Pembelajaran melalui rumah membuat aplikasi video call atau sejenis konverensi online laris digunakan. Salah satunya yaitu aplikasi Zoom.

Hanya Pengguna Gratis Zoom Yang Sangat Rentan Dibobol
Hanya Pengguna Gratis Zoom Yang Sangat Rentan Dibobol

Tanpa biaya atau penggunaan aplikasi secara gratis membuat Zoom diminati oleh banyak kalangan. Namun, seiringnya waktu Zoom mulai dipertanyakan tentang keamanannya. Hingga muncul isu tentang pelanggaran atau pembobolan data pada aplikasi Zoom. Dilansir dari Tekno Kompas bahwa pihak Zoom membuat fitur keamaman End-to-End hanya diperuntukan bagi pengguna premium saja. Hal ini tentu membuat pengguna gratis tidak bisa mendapatkan fitur keamanan tersebut.

Keamanan Standar

Umumnya, sebuah aplikasi sudah diciptakan dengan kemanan minimal atau standar seperti kemanan pada sisi login/masuk pengguna. Keamanan tersebut untuk mencegah percobaan pengambilan akun aplikasi dari pelaku penipuan. Sedangkan keamanan data pengguna (secara besar) juga sudah pasti disiapkan oleh pihak pemilik aplikasi. Security tersebut terletak pada server atau tempat semua data pengguna disimpan. Mengenai privasi dan keamanan tambahan menjadi hal diluar kemanan standar suatu aplikasi atau sistem.

Perbedaan atau kemanan tambahan menjadi ladang bisnis oleh pemilik aplikasi. Perbedaan fitur membuat banyak jenis level akun aplikasi seperti free, pro , ultimate dan sebagainya. Pada level-level tersebut, para pemilik aplikasi dapat memainkan harga sehingga membuat bisnis mereka untung.

Selain dari segi keuntungan perusahaan/bisnis pembuatan level akun aplikasi dapat juga disebabkan oleh kebijakan bisnis untuk mempertahankan bisnis agar tetap berjalan atau untuk meminimalisir kerugian.

Setuju! pakai saja, Gak Setuju! tinggalkan saja..

Semua kebijakan bisnis dari aplikasi dapat dilihat saat pertama kali aplikasi dibuka atau melalui halaman “Kebijkan Privasi” mereka. Pengguna dapat membaca dan menimbang untuk membuat keputusan, apakah setuju untuk menggunakan aplikasi atau tidak. Pengguna memiliki hak sepenuhnya untuk menolak kebijakan aplikasi jika tidak setuju. Caranya yaitu dengan tidak menggunakan aplikasi tersebut. Sejatinya, saat ini sudah banyak aplikasi-aplikasi serupa sehingga pengguna dapat memilah atau memilih.

Baca juga :

Banyaknya yang menggunakan aplikasi tidak menjadi tolak ukuran utama bahwa aplikasi itu terbaik/bagus. Hal tersebut dikarenakan, aplikasi yang banyak digunakan bisa jadi karena aplikasi tersebut adalah yang pertama muncul/ada. Selain itu, bisa juga karena aplikasi tersebut sering ditampilkan diiklan atau direkomendasikan oleh influencer dan digunakan oleh pengikut meraka.

Zoom Premium

Pihak Zoom melalui CEOnya, Eric Yuan menyebutkan alasan kenapa hanya akun berbayar yang mendapatkan fitur keamanan tambahan. Alasan tersebut yaitu untuk bekerja sama dengan FBI untuk menyelesaikan permasalahan pelanggaran penggunaan aplikasi jika suatu saat terjadi di pengguna Zoom. Selain alasan tersebut, ada juga alasan lain yaitu meminimalisir pengguna iseng atau melanggar hukum. Hal tersebut disampaikan oleh Jon Callas dari American Civil Liberties Union yang ikut menilai kebijakan Zoom. Sedangkan Alex Stamos memberikan komentarnya bahwa kebijakan tersebut untuk menjaga anak-anak dari konten-konten eksploitatif anak dan ujaran kebencian.


Thumbnails source madiunpos.com and play.google.com with edited by author.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.