Akan Rusak Otaknya Jika Ada Orang NU Ceramah Di Gereja, Habib Abdul Qadir Assegaf

Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung, Gus Miftah, Habib Syekh Abdul Qadir Assegaf, Jakarta Utara, Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Penjaringan, Yogyakarta, YouTube CIMOL212 MANAGEMEN
()

Persoalan ceramah di gereja kembali memanas setelah Gus Miftah menghadiri acara di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Amanat Agung, Penjaringan, Jakarta Utara. Acara yang dilakukan pada hari Kamis 29 April 2021 merupakan acara peresmian GBI. Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Yogyakarta yaitu Gus Miftah turut meramaikan acara tersebut.

Dikutip dari Gelora, Gus Miftah mengatakan bahwa dia hanya menyampaikan pidato kebangsaan. Melihat tindakan Gus Miftah ini, banyak kalangan yang kontra dengan hal tersebut. Ceramah-ceramah pelarangan ke gereja mulai di bahas lagi. Masyarakat yang mendukung Gus Miftah kembali mencari ceramah-ceramah ustadz yang memperbolehkan untuk masuk ke gereja.

Habib Syekh Abdul Qadir Assegaf di dalam ceramah nya membahas bahwa tidak boleh memasuki, apalagi memberi ceramah di dalam gereja. Hal tersebut dapat merusak otak dan merusak iman seseorang yang nantinya menjadikan dia murtad/kebablasan.

“Saya orang NU,… tetapi saat ini ada orang-orang NU yang otaknya sudah mulai dirusak oleh orang luar…. Mereka dakwah di dalam gereja. Bukan dakwah (itu) justru mereka menghina agama Islam di depan orang kafir,” sebut habib.

Video ceramah yang viral tersebut diupload oleh channel CIMOL212 MANAGEMEN pada 04 September 2020. Bagaimana tanggapan Anda?

Thumbnails dari Suara dan GoMuslim.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Bagikan Artikel ini Ke media sosial Anda :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses