Kolaborasi Mahasiswa UIN Datokarama dan Margarito Kamis Bahas Penguatan Peradaban Hukum

Fakultas Syariah, hukum Islam, Margarito Kamis, peradaban hukum, seminar nasional, UIN Datokarama
()

Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama, khususnya yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Syariah, menggandeng Pakar Hukum Tata Negara Indonesia, Margarito Kamis, untuk mendalami tema pembangunan peradaban hukum.

Isu mengenai peradaban hukum ini dikaji melalui seminar nasional bertajuk “Membangun Peradaban Hukum Melalui Pendidikan: Menuju Generasi Melek Aturan, Anti Perundungan dan Anti Korupsi”. Dalam kegiatan tersebut, Margarito Kamis hadir sebagai narasumber utama dan memberikan pemaparan di hadapan sivitas akademika UIN Datokarama.

Seminar ini terselenggara berkat kerja sama antara mahasiswa, pihak kampus UIN Datokarama, Pemerintah Kota Palu, serta sejumlah sponsor kegiatan.

Dalam penyampaiannya, Margarito menyatakan, “Saya inginkan, saya rindu, lahir pakar hukum dari UIN. Saya bahkan merasa orang UIN itu lebih pintar daripada kami yang belajar hukum di perguruan tinggi umum,” sebagai bentuk apresiasinya kepada mahasiswa UIN.

Melalui aplikasi Zoom, ia mengungkapkan penghargaan mendalam kepada sivitas akademika UIN Datokarama Palu. Ia berharap kampus tersebut dapat mencetak pakar-pakar hukum yang bukan hanya unggul secara teori, tetapi juga memiliki kepekaan dalam membaca realitas sosial dan hukum.

Margarito juga menuturkan bahwa dalam memahami berbagai persoalan hukum, ia sering menggunakan pendekatan hukum Islam. Ia menilai banyak sarjana hukum umum kurang memahami akar filosofis dari konsep-konsep yang dipelajari, sementara mahasiswa UIN memiliki kedalaman sudut pandang tersebut.

Ia menegaskan bahwa integrasi antara hukum Islam dan hukum umum memberikan keunggulan bagi mahasiswa UIN dalam memahami hukum yang berkembang dari pemikiran barat. Menurutnya, lulusan UIN memiliki kapasitas memahami substansi hukum secara komprehensif. Hal itu ditegaskannya kembali melalui pernyataannya: “Orang UIN pasti paham. Selain Al-Qur’an dan hadis, urusan hukum dan fikih adalah bikinan manusia. Inti penegakan hukum itu interpretasi,” katanya.

Margarito juga mengungkapkan salah satu tokoh yang mempengaruhi pandangannya terkait hukum sekuler, yaitu Quraish Shihab. Ia mengatakan, “Yang pertama kali membantu saya membicarakan hukum sekuler adalah buku Quraish Shihab. Saya hanya paham tafsir dari membaca, tapi tidak paham takwil,” ucapnya.

Ia kemudian memberikan pesan khusus kepada sivitas akademika UIN agar tidak terlalu larut dalam isu politik praktis.

Dalam penjelasan sejarah hukum, Margarito menekankan bahwa hukum merupakan hasil ciptaan manusia dan selalu dipengaruhi kepentingan. Menurutnya, mempelajari sejarah hukum sejak era Babilonia hingga Romawi menunjukkan bahwa hukum tidak pernah benar-benar netral. Ia menutup dengan pesan, “Saya mengajak kita, bacalah. Hanya dengan membaca kita mengerti. Hukum adalah kreasi manusia. Peradaban bergantung pada manusianya, maka kita harus mengerti manusianya,” ujarnya.

Rektor UIN Datokarama, Profesor Lukman Thahir, menyambut positif kegiatan yang digagas mahasiswa Prodi Hukum Keluarga ini. Ia menyatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk menyiapkan sarjana hukum yang tidak hanya menguasai teori tetapi juga memahami dimensi sosial dan nilai moral hukum. Ia menambahkan, “Kolaborasi ini membuka cakrawala berpikir mahasiswa kami, terutama dalam melihat Hukum Keluarga tidak hanya dari perspektif formal undang-undang perkawinan, tetapi juga dari kontribusinya dalam membangun peradaban keluarga dan masyarakat yang berkeadilan,” ujarnya.

Dekan Fakultas Syariah UIN Datokarama, Muhammad Syarif Hasyim, turut menegaskan bahwa seminar nasional ini menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk berdialog langsung dengan tokoh nasional, menumbuhkan semangat penelitian, serta memperkaya kualitas diskusi di lingkungan fakultas.

Kegiatan ilmiah tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, menampilkan antusiasme mahasiswa UIN Datokarama dalam memperdalam pengetahuan langsung dari narasumber.***

Sumber : Humas UIN Datokarama Palu

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Bagikan Artikel ini Ke media sosial Anda :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses