Palu – Usaha kuliner Najma Klapertart semakin dikenal masyarakat setelah berhasil bangkit dari usaha keluarga yang sebelumnya sempat berhenti beroperasi. Pemilik Najma Klapertart mengungkapkan bahwa bisnis ini berawal dari usaha milik mertuanya yang pernah berjalan dengan nama Zakiah Klapertart dan Holland Klapertart, namun mengalami pasang surut.
Setelah menikah, ia dan suaminya memutuskan menghidupkan kembali bisnis tersebut dengan nama baru, Najma Klapertart. Saat itu sang suami masih bekerja di bank sehingga penjualan dilakukan secara open order setiap hari Sabtu.
Usaha ini berkembang berkat inovasi tiga varian produk: klapertart basah, klapertart panggang, dan klapertart durian—varian terbaru yang dikembangkan setelah usaha kembali dibuka.
Najma Klapertart juga memiliki pasar yang cukup jelas, yakni didominasi oleh pelanggan berusia 25 tahun ke atas, yang dinilai lebih menyukai cita rasa premium dan kualitas produk yang konsisten.
Oleh-Oleh Kota Palu
Salah satu keunggulan utama yang membuat Najma Klapertart digemari adalah komitmen untuk membuat klapertart tanpa rum atau alkohol, sehingga lebih aman dan halal. “Dari dulu kami tidak pernah memakai rum. Itu yang membuat klapertart kami berbeda dan diterima masyarakat,” ujarnya.

Pemilik usaha menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam menjalankan bisnis datang dari kesiapan mental dan pola pikir pelaku usaha. Ia menekankan pentingnya kemampuan menerima kritik dan membuka diri terhadap masukan. “Kritik itu sebenarnya harta karun. Kalau kita belum berdamai dengan diri sendiri, usaha sulit berkembang,” katanya.
Berita Lain:
- DIY : kreativitas yang lahir dari tangan
- Dfathcraft.palu: Toko Aksesoris Handmade yang Jadi Favorit
- Rahasia Jajan Hemat : Diskon TikTok &
- Berikut ini adalah ciri-ciri penerapan budaya adaptif,
- Salah satu penguatan infrastruktur backbone untuk percepatan
Testimoni positif dari pelanggan menjadi motivasi besar untuk terus menjaga rasa dan kualitas. Banyak pelanggan menilai klapertart Najma memiliki tekstur dan rasa premium yang berbeda dari produk sejenis lainnya.
Ke depan, Najma Klapertart menargetkan berkembang menjadi oleh-oleh khas yang lebih dikenal luas. Pemilik usaha berencana meningkatkan kapasitas dirinya dan para karyawan agar bisnis dapat tumbuh lebih besar. “Kami ingin Najma punya toko oleh-oleh sendiri. Semua dimulai dari meningkatkan kapasitas diri,” tutupnya.
Google Maps:






