Jalan Cumi-Cumi yang terletak di pesisir Teluk Palu, Sulawesi Tengah, merupakan salah satu kawasan yang terdampak cukup serius akibat gempa pada 28 September 2018. Kerusakan infrastruktur, penurunan tanah, dan terganggunya fasilitas umum membuat kawasan ini sempat tidak dapat digunakan secara normal selama beberapa waktu.
Perubahan Besar Jalan Cumi-Cumi
Setelah melalui proses pemulihan dan renovasi bertahap oleh pemerintah daerah bersama pihak-pihak terkait, kondisi Jalan Cumi-Cumi kini kembali stabil dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Tidak hanya diperbaiki, kawasan ini juga ditata ulang agar lebih aman, nyaman, dan mendukung aktivitas publik. Hasilnya, ruas jalan ini berubah dari area pemulihan menjadi ruang terbuka yang kembali hidup dan menjadi salah satu titik favorit warga Palu saat ini.
Dijadikan sebagai Tempat Aktivitas Positif
Salah satu perubahan paling terasa di Jalan Cumi-Cumi adalah meningkatnya kegiatan olahraga. Setiap pagi, sore, bahkan malam hari, kawasan ini didatangi warga yang ingin berolahraga. Banyak yang jogging di sepanjang jalan yang datar dengan pemandangan langsung ke laut, bersepeda, melakukan stretching dan senam ringan di area jalan Cumi-Cumi, hingga sekadar berjalan santai sambil menikmati udara laut.
Suasana pesisir memberikan udara yang sejuk pada pagi hari, sementara sore menjadi waktu favorit karena angin lebih tenang dan langit cerah. Bahkan pada malam hari pun, aktivitas warga masih terlihat di kawasan ini.

Spot Favorit untuk Menikmati Sunrise dan Sunset
Selain menjadi pusat olahraga warga, Jalan Cumi-Cumi juga terkenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk menikmati keindahan sunrise dan sunset di Kota Palu. Banyak warga datang pada pagi hari untuk menyambut matahari terbit sambil menikmati udara segar laut. Pemandangan langit pagi yang berpadu dengan tenangÂnya permukaan Teluk Palu memberikan suasana yang menenangkan.
Baca Lainnya:
- Eksplor Matantimali, Dari Paralayang hingga Camping dan Spot Foto Terbaik
- Perjalanan Kontras Andika Heru: Bandung Merangkai Sejarah (Asia Afrika & Braga) dan Masa Depan ( Summarecon Mall )
- Cita Rasa yang Bikin Balik Lagi: Tahu Isi Siomay Sayur Jadi Andalan Unik di Undata Palu
- Bakmie Guwwy’s Palu: Sensasi Bakmie Pedas Halal dengan Cita Rasa Khas yang Bikin Ketagihan
- LIMITLESS Coffee: Ruang Nyaman untuk Ngopi, Kerja, dan Nongkrong di Tengah Kota Palu
Pada sore hari, kawasan ini menjadi semakin ramai. Warga dari berbagai usia datang untuk menyaksikan sunset yang indah atau seperti yang biasa disebut oleh anak muda dan GenZ sebagai golden hour. Banyak yang duduk di tepi jalan, memotret langit, atau sekadar menikmati momen sambil mendengarkan lagu favorit melalui ponsel mereka.
Pemandangan matahari terbenam di Jalan Cumi-Cumi sering diabadikan oleh pengunjung karena perpaduan warna langit, pantulan cahaya di permukaan air, dan siluet pegunungan di kejauhan menciptakan komposisi alam yang menakjubkan. Tidak jarang, pemandangan ini menjadi latar foto bagi keluarga, pasangan, teman, hingga para hobi fotografi yang ingin menangkap keindahan alam Palu.

Kawasan ini juga menjadi tempat berkumpul bagi keluarga kecil yang ingin menghabiskan waktu bersama. Banyak orang tua membawa anak-anak mereka untuk berlari kecil, bermain, atau sekadar menikmati suasana. Dengan udara yang segar dan pemandangan yang menenangkan, Jalan Cumi-Cumi menjadi pilihan tepat bagi masyarakat yang ingin beristirahat sejenak dari aktivitas harian.
Jalan Cumi-Cumi juga mendorong berkembangnya usaha di sekitar kawasan ini. Banyak pelaku UMKM membuka lapak, seperti penjual minuman sehat untuk pelari, pedagang makanan ringan, penyedia jasa penyewaan sepeda, hingga penjual kopi dan jajanan lokal.

Jalan Cumi-Cumi hari ini bukan sekadar jalan baru. Tetapi ini mencerminkan proses bangkitnya Kota Palu setelah bencana 2018. Banyaknya aktivitas di sekitar lokasi menjadi bukti bahwa ruang publik memiliki peran besar dalam memulihkan kehidupan sosial masyarakat.
Ruang publik ini juga membantu memperkuat ikatan sosial antar warga. Banyak orang yang awalnya tidak saling mengenal akhirnya membentuk kebiasaan baru mulai dari jogging bersama, berbincang santai, hingga menghabiskan waktu sore di tempat yang sama.
Dengan berbagai perubahan positif yang terjadi, Jalan Cumi-Cumi tidak hanya memulihkan fungsi fisiknya sebagai jalan umum, tetapi juga memulihkan fungsi sosialnya sebagai ruang berkumpul dan beraktivitas masyarakat. Kawasan ini kini menjadi salah satu ruang publik yang paling hidup dan bermakna bagi warga Palu, memperlihatkan bagaimana sebuah kota dapat bangkit kembali melalui penataan ruang yang tepat dan dukungan masyarakat.







