Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah — Di wilayah Pantai Barat Kabupaten Donggala, tepatnya di Desa Tamarenja, terdapat sebuah destinasi alam yang masih jarang diketahui publik. Tempat ini dikenal dengan sebutan Bukit Teletubbies Tamarenja, sebuah kawasan perbukitan hijau bergelombang yang menawarkan panorama indah dan suasana tenang jauh dari keramaian.
Bukit ini dinamai “Teletubbies” karena bentuk kontur bukitnya yang mirip dengan latar serial anak-anak tersebut—bergelombang, hijau, dan bersih. Pada musim penghujan, rumput tumbuh lebat dan memberikan pemandangan perbukitan hijau yang seolah tak berujung.
Salah satu daya tarik utama Bukit Teletubbies Tamarenja adalah suasananya yang masih sangat alami. Tidak ada bangunan besar, warung permanen, ataupun keramaian wisatawan. Lingkungannya yang masih sepi dan asri membuat lokasi ini ideal bagi siapa saja yang mencari ketenangan atau ingin sekadar melepas penat dari hiruk pikuk kota.
Dari puncak bukit, pengunjung dapat menikmati lanskap perbukitan berlapis-lapis, pepohonan di kejauhan, dan udara segar khas pedesaan. Di beberapa titik, hamparan bukit terlihat bertingkat, memberikan kesan dramatis yang membuat tempat ini semakin cocok sebagai spot fotografi.
Bukit Teletubbies
Meskipun belum ramai dikunjungi, Bukit Teletubbies Tamarenja memiliki potensi besar sebagai salah satu ikon wisata alam Kabupaten Donggala. Keindahan alamnya yang unik bisa menjadi daya tarik baru bagi wisatawan lokal maupun dari luar daerah.
Jika dikelola dengan baik—mulai dari penataan akses jalan, penyediaan area istirahat, hingga promosi wisata—bukit ini berpeluang menjadi destinasi favorit yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Untuk menuju Desa Tamarenja, pengunjung dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun penting untuk diketahui bahwa mobil hanya dapat melalui perjalanan hingga Desa Tamarenja saja. Dari desa menuju Bukit Teletubbies, jalur yang ada saat ini masih berupa jalan tanah berbatu, menanjak, dan belum dapat dilalui oleh kendaraan roda empat.
Pengunjung yang ingin mencapai puncak bukit harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor. Kondisi jalan yang rusak menjadi tantangan tersendiri, terutama saat musim hujan ketika tanah menjadi licin. Meski begitu, tantangan ini sebanding dengan keindahan alam yang menanti di bagian atas bukit.

Banyak pengunjung menjadikan lokasi ini sebagai tempat untuk healing karena suasananya yang tenang dan jauh dari keramaian. Lanskap bukit yang luas membuat pengunjung bebas memilih spot untuk piknik, duduk santai, atau sekadar menikmati angin dan pemandangan.
Bagi penggemar fotografi, Bukit Teletubbies menawarkan latar belakang alami yang sangat estetik. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi dan sore hari, ketika cahaya matahari lebih lembut dan menghasilkan foto yang lebih dramatis.







Tinggalkan Balasan