Berikut ini adalah ciri-ciri penerapan budaya adaptif, kecuali

()

Berikut ini adalah ciri-ciri penerapan budaya adaptif, kecuali ?

  1. Memanfaatkan peluang-peluang yang berubah-ubah
  2. Memperhatikan kepentingan-kepentingan yang diperlukan antara instansi mitra, masyarakat dan sebagainya
  3. Mendorong jiwa kewirausahaan
  4. Konsisten dengan keputusan yang sudah diambil sejak awal

JAWABAN

d. Konsisten dengan keputusan yang sudah diambil sejak awal

MATERI PEMBAHASAN

Jeff Boss dalam Forbes menulis ciri-ciri orang yang memiliki
kemampuan atau karakter adaptif, yang beberapa diantaranya dapat
diuraikan sebagai berikut:

  1. Eksperimen orang yang beradaptasi
    Yang dimaksud bahwa untuk beradaptasi, kita harus terbuka
    terhadap perubahan, dan harus memiliki kemauan dalam hal
    toleransi emosional, ketabahan mental, dan bimbingan spiritual,
    untuk tidak hanya menyadari ketidakpastian tetapi juga
    menghadapinya dan terus maju.
  2. Melihat peluang di mana orang lain melihat kegagalan
    Beradaptasi juga berarti tumbuh, berubah, dan berubah. Sebagai
    individu adaptif maka persepsi mengenai apa yang dulu diyakini
    sebagai sebuah kebenaran, diklasifikasikan sebagai kesalahan, dan
    kemudian mengadopsi apa yang sekarang diyakini sebagai
    kebenaran baru. Jika mentalitas mengkoreksi ini tidak dibangun,
    maka kita akan stagnan. Ini adalah sesuatu yang tidak hanya
    diperjuangkan oleh individu tetapi juga organisasi—kebiasaan
    yang telah menentukan kesuksesan mereka di masa lalu daripada
    mempertanyakan apakah kebiasaan yang sama akan terus
    menentukan kesuksesan di masa depan atau tidak.
    Kemungkinannya adalah, mereka tidak akan melakukannya. Jika
    mereka melakukannya, maka Blackberry, Nokia, dan setiap
    perusahaan lain yang gagal beradaptasi dengan realitas baru akan
    tetap beroperasi.
  3. Memiliki sumberdaya
    Orang yang memiliki dan menguasai sumberdaya tidak akan
    terjebak pada satu solusi untuk memecahkan masalah. Orang yang
    mudah beradaptasi memiliki rencana darurat ketika Rencana A
    tidak berhasil.
  4. Selalu berpikir ke depan
    Selalu terbuka terhadap peluang, orang yang mudah beradaptasi
    selalu mencari perbaikan, karena setiap perbaikan kecil yang akan
    mengubah biasa menjadi luar biasa, dan tidak ada ketergantungan
    pada satu solusi saja.
  5. Tidak mudah mengeluh
    Jika mereka tidak dapat mengubah atau memengaruhi keputusan,
    mereka akan beradaptasi dan terus maju.
  6. Orang yang mudah beradaptasi tidak menyalahkan.
    Mereka bukan korban pengaruh eksternal karena mereka proaktif.
    Untuk beradaptasi dengan sesuatu yang baru maka kita harus siap
    untuk melepaskan yang lama. Orang yang dapat beradaptasi tidak
    menyimpan dendam atau menghindari kesalahan yang tidak perlu,
    tetapi sebaliknya menyerap, memahami, dan melanjutkan.
  7. Tidak mencari popularitas
    Mereka tidak peduli dengan pusat perhatian karena mereka tahu
    itu hanya sementara saja. Daripada menyia-nyiakan upaya untuk
    masalah sementara, mereka mengalihkan fokus mereka ke
    rintangan berikutnya untuk maju dari permainan sehingga ketika
    semua orang akhirnya melompat ke papan, mereka sudah pindah
    ke tantangan berikutnya.
  8. Memiliki rasa ingin tahu
    Tanpa rasa ingin tahu, tidak akan ada kemampuan beradaptasi.
    Orang yang mudah beradaptasi belajar—dan terus belajar
    memiliki keingintahuan yang tinggi. Keingintahuan akan
    mendorong pada pertumbuhan.
  9. Beradaptasi.
    Kemampuan beradaptasi tentunya menjadi kunci pokok dari
    karakteristik adaptif.
  10. Memperhatikan sistem.
    Orang-orang yang dapat beradaptasi melihat seluruh hutan
    daripada hanya beberapa pohon. Mereka harus melakukannya, jika tidak, mereka akan kekurangan basis konteks dari mana mereka mendasarkan keputusan mereka untuk beradaptasi.
  11. Membuka pikiran.
    Jika Anda tidak mau mendengarkan sudut pandang orang lain,
    maka Anda akan terbatas dalam pemikiran Anda, yang berarti
    Anda juga akan terbatas dalam kemampuan beradaptasi Anda.
    Semakin banyak konteks yang Anda miliki, semakin banyak pilihan
    yang memposisikan Anda menuju perubahan.
  12. Memahami apa yang sedang diperjuangkan.
    Pilihan untuk berubah bukanlah pilihan yang mudah, namun juga
    bukan pilihan untuk tetap sama. Memilih untuk beradaptasi
    dengan sesuatu yang baru dan meninggalkan yang lama
    membutuhkan pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai pribadi.

..

Setidaknya terdapat 9 elemen budaya adaptif menurut
Management Advisory Service UK yang perlu menjadi fondasi ketika
sebuah organisasi akan mempraktekkannya, yaitu:

  1. Purpose
    Organisasi beradaptasi karena memiliki tujuan yang hendak
    dicapai. Demikian pula dengan organisasi pemerintah, yang
    mempunyai tujuan-tujuan penyelenggaraan fungsinya yang sudah
    ditetapkan oleh peraturan perundangan. Penetapan tujuan
    organisasi menjadi elemen budaya adaptif pertama yang
    diperlukan, di mana pencapaiannya akan sangat dipengaruhi oleh
    variabel lingkungan. Perubahan lingkungan tidak serta merta
    mengubah tujuan organisasi, tetapi adaptasi akan menyesuaikan
    cara organisasi bekerja agar pencapaian tetap dilakukan.
  2. Cultural values
    Organisasi pemerintah mengemban nilai-nilai budaya
    organisasional yang sesuai dengan karakteristik tugas dan
    fungsinya. Demikian pula dengan ASN sebagai individu yang
    mempunyai nilai-nilai yang tersemat dalam budaya kerjanya,
    sehingga dituntut untuk mengaplikasikannya agar dapat
    memberikan pelayanan yang maksimal dan berkualitas.
  3. Vision
    Visi menjelaskan apa yang hendak dituju yang tergambar dalam
    kerangka piker dan diterjemahkan dalam kerangka kerja yang
    digunakan dalam organisasi.
  4. Corporate values
    Seperti halnya nilai budaya organisasi di atas, maka nilai-nilai
    korporat juga menjadi fodasi penting dalam membangun budaya
    adaptif dalam organisasi.
  5. Coporate strategy
    Visi dan values menjadi landasan untuk dibangunnya strategi-strategi yang lebih operasional untuk menjalankan tugas dan fungsi organisasi secara terstruktur, efisien dan efektif.
  6. Structure
    Struktur menjadi penting dalam mendukung budaya adaptif dapat
    diterapkan di organisasi. Tanpa dukungan struktur, akan sulit
    budaya adaptif dapat berkembang dan tumbuh di sebuah
    organisasi.
  7. Problem solving
    Budaya adaptif ditujukan untuk menyelesaikan persoalan yang
    timbul dalam organisasi, bukan sekedar untuk mengadaptasi
    perubahan. Penyelesaian masalah harus menjadi tujuan besar dari
    proses adaptasi yang dilakukan oleh organisasi.
  8. Partnership working
    Partnership memiliki peran penguatan budaya adaptif, karena
    dengan partnership maka organisasi dapat belajar, bermitra dan
    saling menguatkan dalam penerapan budaya adaptif
  9. Rules
    Aturan main menjadi salah satu framework budaya adaptif yang
    penting dan tidak bisa dihindari, sebagai bagian dari formalitas
    lingkungan internal maupun eksternal organisasi.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Bagikan Artikel ini Ke media sosial Anda :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses