Berikut ini adalah ciri-ciri penerapan budaya adaptif, kecuali ?
- Memanfaatkan peluang-peluang yang berubah-ubah
- Memperhatikan kepentingan-kepentingan yang diperlukan antara instansi mitra, masyarakat dan sebagainya
- Mendorong jiwa kewirausahaan
- Konsisten dengan keputusan yang sudah diambil sejak awal
JAWABAN
d. Konsisten dengan keputusan yang sudah diambil sejak awal
MATERI PEMBAHASAN
Jeff Boss dalam Forbes menulis ciri-ciri orang yang memiliki
kemampuan atau karakter adaptif, yang beberapa diantaranya dapat
diuraikan sebagai berikut:
- Eksperimen orang yang beradaptasi
Yang dimaksud bahwa untuk beradaptasi, kita harus terbuka
terhadap perubahan, dan harus memiliki kemauan dalam hal
toleransi emosional, ketabahan mental, dan bimbingan spiritual,
untuk tidak hanya menyadari ketidakpastian tetapi juga
menghadapinya dan terus maju. - Melihat peluang di mana orang lain melihat kegagalan
Beradaptasi juga berarti tumbuh, berubah, dan berubah. Sebagai
individu adaptif maka persepsi mengenai apa yang dulu diyakini
sebagai sebuah kebenaran, diklasifikasikan sebagai kesalahan, dan
kemudian mengadopsi apa yang sekarang diyakini sebagai
kebenaran baru. Jika mentalitas mengkoreksi ini tidak dibangun,
maka kita akan stagnan. Ini adalah sesuatu yang tidak hanya
diperjuangkan oleh individu tetapi juga organisasi—kebiasaan
yang telah menentukan kesuksesan mereka di masa lalu daripada
mempertanyakan apakah kebiasaan yang sama akan terus
menentukan kesuksesan di masa depan atau tidak.
Kemungkinannya adalah, mereka tidak akan melakukannya. Jika
mereka melakukannya, maka Blackberry, Nokia, dan setiap
perusahaan lain yang gagal beradaptasi dengan realitas baru akan
tetap beroperasi. - Memiliki sumberdaya
Orang yang memiliki dan menguasai sumberdaya tidak akan
terjebak pada satu solusi untuk memecahkan masalah. Orang yang
mudah beradaptasi memiliki rencana darurat ketika Rencana A
tidak berhasil. - Selalu berpikir ke depan
Selalu terbuka terhadap peluang, orang yang mudah beradaptasi
selalu mencari perbaikan, karena setiap perbaikan kecil yang akan
mengubah biasa menjadi luar biasa, dan tidak ada ketergantungan
pada satu solusi saja. - Tidak mudah mengeluh
Jika mereka tidak dapat mengubah atau memengaruhi keputusan,
mereka akan beradaptasi dan terus maju. - Orang yang mudah beradaptasi tidak menyalahkan.
Mereka bukan korban pengaruh eksternal karena mereka proaktif.
Untuk beradaptasi dengan sesuatu yang baru maka kita harus siap
untuk melepaskan yang lama. Orang yang dapat beradaptasi tidak
menyimpan dendam atau menghindari kesalahan yang tidak perlu,
tetapi sebaliknya menyerap, memahami, dan melanjutkan. - Tidak mencari popularitas
Mereka tidak peduli dengan pusat perhatian karena mereka tahu
itu hanya sementara saja. Daripada menyia-nyiakan upaya untuk
masalah sementara, mereka mengalihkan fokus mereka ke
rintangan berikutnya untuk maju dari permainan sehingga ketika
semua orang akhirnya melompat ke papan, mereka sudah pindah
ke tantangan berikutnya. - Memiliki rasa ingin tahu
Tanpa rasa ingin tahu, tidak akan ada kemampuan beradaptasi.
Orang yang mudah beradaptasi belajar—dan terus belajar
memiliki keingintahuan yang tinggi. Keingintahuan akan
mendorong pada pertumbuhan. - Beradaptasi.
Kemampuan beradaptasi tentunya menjadi kunci pokok dari
karakteristik adaptif. - Memperhatikan sistem.
Orang-orang yang dapat beradaptasi melihat seluruh hutan
daripada hanya beberapa pohon. Mereka harus melakukannya, jika tidak, mereka akan kekurangan basis konteks dari mana mereka mendasarkan keputusan mereka untuk beradaptasi. - Membuka pikiran.
Jika Anda tidak mau mendengarkan sudut pandang orang lain,
maka Anda akan terbatas dalam pemikiran Anda, yang berarti
Anda juga akan terbatas dalam kemampuan beradaptasi Anda.
Semakin banyak konteks yang Anda miliki, semakin banyak pilihan
yang memposisikan Anda menuju perubahan. - Memahami apa yang sedang diperjuangkan.
Pilihan untuk berubah bukanlah pilihan yang mudah, namun juga
bukan pilihan untuk tetap sama. Memilih untuk beradaptasi
dengan sesuatu yang baru dan meninggalkan yang lama
membutuhkan pemahaman yang kuat tentang nilai-nilai pribadi.
..
Setidaknya terdapat 9 elemen budaya adaptif menurut
Management Advisory Service UK yang perlu menjadi fondasi ketika
sebuah organisasi akan mempraktekkannya, yaitu:
- Purpose
Organisasi beradaptasi karena memiliki tujuan yang hendak
dicapai. Demikian pula dengan organisasi pemerintah, yang
mempunyai tujuan-tujuan penyelenggaraan fungsinya yang sudah
ditetapkan oleh peraturan perundangan. Penetapan tujuan
organisasi menjadi elemen budaya adaptif pertama yang
diperlukan, di mana pencapaiannya akan sangat dipengaruhi oleh
variabel lingkungan. Perubahan lingkungan tidak serta merta
mengubah tujuan organisasi, tetapi adaptasi akan menyesuaikan
cara organisasi bekerja agar pencapaian tetap dilakukan. - Cultural values
Organisasi pemerintah mengemban nilai-nilai budaya
organisasional yang sesuai dengan karakteristik tugas dan
fungsinya. Demikian pula dengan ASN sebagai individu yang
mempunyai nilai-nilai yang tersemat dalam budaya kerjanya,
sehingga dituntut untuk mengaplikasikannya agar dapat
memberikan pelayanan yang maksimal dan berkualitas. - Vision
Visi menjelaskan apa yang hendak dituju yang tergambar dalam
kerangka piker dan diterjemahkan dalam kerangka kerja yang
digunakan dalam organisasi. - Corporate values
Seperti halnya nilai budaya organisasi di atas, maka nilai-nilai
korporat juga menjadi fodasi penting dalam membangun budaya
adaptif dalam organisasi. - Coporate strategy
Visi dan values menjadi landasan untuk dibangunnya strategi-strategi yang lebih operasional untuk menjalankan tugas dan fungsi organisasi secara terstruktur, efisien dan efektif. - Structure
Struktur menjadi penting dalam mendukung budaya adaptif dapat
diterapkan di organisasi. Tanpa dukungan struktur, akan sulit
budaya adaptif dapat berkembang dan tumbuh di sebuah
organisasi. - Problem solving
Budaya adaptif ditujukan untuk menyelesaikan persoalan yang
timbul dalam organisasi, bukan sekedar untuk mengadaptasi
perubahan. Penyelesaian masalah harus menjadi tujuan besar dari
proses adaptasi yang dilakukan oleh organisasi. - Partnership working
Partnership memiliki peran penguatan budaya adaptif, karena
dengan partnership maka organisasi dapat belajar, bermitra dan
saling menguatkan dalam penerapan budaya adaptif - Rules
Aturan main menjadi salah satu framework budaya adaptif yang
penting dan tidak bisa dihindari, sebagai bagian dari formalitas
lingkungan internal maupun eksternal organisasi.







Tinggalkan Balasan