Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola aset guna memastikan seluruh aset dapat digunakan secara tepat sasaran, efektif, dan efisien.
Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan UIN Datokarama, Profesor Hamlan, di Palu, Rabu, menyampaikan bahwa peningkatan kualitas tata kelola aset perlu terus dilakukan dengan disertai inovasi, agar mampu menjawab tantangan sekaligus kebutuhan pengembangan perguruan tinggi.
“Peningkatan kualitas tata kelola aset adalah keharusan, untuk menopang UIN Datokarama Palu menuju perguruan tinggi tersertifikasi ISO,” ucap Profesor Hamlan, di sela – sela rapat virtual dengan Kementerian Agama.
Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melaksanakan monitoring terkait pemanfaatan aset PTKIN tahun 2025 secara daring pada Rabu. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kasubdit Sarana Prasarana Kemenag, Papay Supriatna.
Menurut Profesor Hamlan, langkah awal yang dilakukan UIN Datokarama adalah memastikan seluruh aset, baik bergerak maupun tidak bergerak, tercatat dalam daftar Barang Milik Negara (BMN).
“Ini langkah pertama yang kami lakukan yaitu memastikan semua set terdaftar dalam BMN,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa aset yang telah tercatat harus dimanfaatkan secara optimal sesuai peruntukan. Saat ini, UIN Datokarama memiliki 67 bangunan gedung yang digunakan untuk layanan administrasi dan kegiatan perkuliahan, tersebar di kampus satu (Kota Palu) dan kampus dua (Kabupaten Sigi).
“Setiap tahun UIN Datokarama mengalokasikan biaya pemeliharaan terhadap aset – aset tersebut, agar aset tersebut bertahan lama dan terus berfungsi dengan baik,” kata Hamlan.
Gedung-gedung di UIN Datokarama sendiri dibangun melalui dua mekanisme, yakni pembiayaan SBSN dari Kementerian Agama dan pembiayaan dari Asian Development Bank (ADB) yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR.
“Untuk aset pembiayaan SBSN sudah dioptimalkan pemanfaatannya, begitu juga dengan aset yang bersumber dari ADB,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui masih ada satu aset yang dibiayai melalui ADB, yaitu gedung auditorium, yang belum tercatat dalam BMN UIN Datokarama. Karena itu, pihak kampus terus menjalin koordinasi dengan Kementerian PUPR.
Selain itu, ia menyebutkan bahwa saat ini UIN Datokarama tengah menyiapkan rencana penambahan sarana dan prasarana di kampus dua, meliputi laboratorium ibadah, food court, bak air permanen, serta CCTV.
Sumber : Artikel UIN Datorakama Palu










