BACA BUKU SELAMATKAN BUMI di UIN Datokarama

BACA BUKU SELAMATKAN BUMI
()

BACA BUKU SELAMATKAN BUMI menjadi seruan utama dalam kegiatan Roadshow Green Islam yang diselenggarakan oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta di Aula Pascasarjana UIN Datokarama Palu, Kamis, 27 November 2025. Acara ini menandai peluncuran tiga buku riset penting yang mengupas tuntas Dilema Environmentalisme di Indonesia, hasil kolaborasi strategis antara PPIM UIN Jakarta dan Kedutaan Belanda di Jakarta. Fokus acara adalah mendorong literasi sebagai fondasi utama aksi nyata penyelamatan lingkungan.

Tema BACA BUKU, SELAMATKAN BUMI ini menggarisbawahi urgensi ilmu pengetahuan yang berbasis keagamaan dalam menghadapi krisis iklim. Riset nasional yang dipresentasikan menunjukkan bahwa pemahaman mendalam tentang Islam dan lingkungan, yang tertuang dalam buku-buku ini, adalah kunci untuk mengubah kekhawatiran masyarakat menjadi tindakan konservasi yang efektif.

Direktur Eksekutif PPIM UIN Jakarta, Bapak Didin Syafruddin, M.A., Ph.D, dalam sambutannya, menjelaskan bahwa buku-buku ini merupakan hasil dari survei nasional pertama yang mengintegrasikan aspek perilaku keagamaan dan lingkungan, yang telah berjalan sejak tahun 2024. Penelitian ini memberikan gambaran yang jelas mengenai bagaimana komunitas berbasis agama, seperti pesantren, telah mengambil peran aktif dalam gerakan lingkungan.

Riset Nasional Ungkap Dilema Environmentalisme: Mengapa Kita Harus BACA BUKU SELAMATKAN BUMI

Dalam presentasinya, Bapak Didin memaparkan dua temuan utama dari riset yang menjadi dasar penulisan buku ketiga, DILEMA ENVIRONMENTALISME: Seberapa ‘Hijau’ Masyarakat Indonesia? (Penulis: Iim Halimatusa’diyah, Endi Aulia Garadian, Ronald Adam, Afrimadona, Aptiani Nur Jannah, Khalid Walid Djamaludin, Grace Rachmanda). Temuan ini memperkuat alasan mengapa gerakan BACA BUKU SELAMATKAN BUMI sangat mendesak:

  1. Kekhawatiran Lingkungan Tertinggi: Mayoritas masyarakat Indonesia menunjukkan tingkat kekhawatiran yang sangat tinggi terhadap isu-isu lingkungan lokal maupun global, termasuk kemiskinan dan perubahan iklim. Kesadaran akan masalah sudah terbentuk.
  2. Literasi Lingkungan Terendah: Ironisnya, literasi atau pemahaman mendalam masyarakat mengenai konsep-konsep perubahan iklim dan solusi lingkungan hidup masih sangat rendah. Ini menciptakan jurang antara niat baik dan kemampuan untuk bertindak.

Kesenjangan antara kekhawatiran dan literasi ini adalah dilema yang harus dipecahkan melalui pendidikan. Oleh karena itu, seruan BACA BUKU SELAMATKAN BUMI merupakan ajakan untuk memperkuat modal pengetahuan (literasi) agar aksi lingkungan tidak hanya berbasis emosi, tetapi berbasis ilmu pengetahuan yang sahih.

Peran UIN Datokarama dalam Mewujudkan Etika BACA BUKU SELAMATKAN BUMI

Wakil Rektor I UIN Datokarama Palu, Bapak Dr. Hamka, M.Ag, menyambut baik hasil riset ini. Beliau menekankan bahwa upaya penelitian tentang pelestarian ekosistem adalah kebutuhan mendesak, sejalan dengan inisiatif eteologi (teologi lingkungan) dari Kementerian Agama (Kemenag).

Menurut Bapak Hamka, ajaran Islam mewajibkan umatnya untuk menjaga lingkungan hidup sebagai bagian integral dari keimanan. Melalui pendekatan agama, gerakan BACA BUKU SELAMATKAN BUMI dapat diinternalisasikan sebagai perintah moral dan spiritual.

Berita Lain :

Peluncuran Tiga Karya Kunci: Detail Buku dan Penulis

Acara inti dalam Roadshow BACA BUKU SELAMATKAN BUMI adalah sesi bedah buku, yang diperkuat dengan kehadiran para penulis riset PPIM:

  1. Gerakan Green Islam di Indonesia: Aktor, Strategi, dan Jaringan
    • Penulis: Testriono, Ismatu Ropi, Aldi Nur Fadil Auliya, Dedy Ibmar, Savran Billahi, Tati Rohayati.
    • Materi Presentasi: Destriyono (Peneliti PPIM) membahas bagaimana aktor, strategi, dan jaringan komunitas Muslim di Indonesia telah mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam aksi lingkungan.
  2. Pesantren Ramah Lingkungan: Tumbuh atau tumbang?
    • Penulis: Iim Halimatusa’diyah, Ronald Adam, Aptiani Nur Jannah, Khalid Walid Djamaludin, Husnul Khitam, Grace Sandra Pramesty Rachmanda.
    • Materi Presentasi: Grace Sandra Pramesty Rachmanda (Peneliti PPIM) memaparkan bagaimana pesantren bertransformasi menjadi model eco-living melalui pengelolaan sampah dan konservasi.
  3. Dilema Environmentalisme: Seberapa ‘Hijau’ Masyarakat Indonesia?
    • Penulis: Iim Halimatusa’diyah, Endi Aulia Garadian, Ronald Adam, Afrimadona, Aptiani Nur Jannah, Khalid Walid Djamaludin, Grace Rachmanda.
    • Materi Presentasi: Grace Sandra Pramesty Rachmanda.

Partisipasi mahasiswa dan akademisi yang antusias di Aula Pascasarjana menunjukkan bahwa isu lingkungan berbasis agama ini semakin relevan. Dengan membagikan buku dan merchandise kepada peserta yang beruntung, PPIM berhasil mendorong semangat BACA BUKU SELAMATKAN BUMI di kalangan generasi muda. Upaya ini diharapkan menjadi katalis untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan, mulai dari membaca, memahami, hingga bertindak nyata.

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating / 5. Vote count:

No votes so far! Be the first to rate this post.

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Bagikan Artikel ini Ke media sosial Anda :

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses