Probolinggo, Jawa Timur — Gunung Bromo yang berada dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terus menjadi salah satu destinasi wisata alam paling diminati di Indonesia. Lanskapnya yang unik padang pasir luas, lautan kabut, dan kawah yang selalu mengepul menjadi daya tarik yang tidak pernah surut dari waktu ke waktu.
Secara geografis, letak Gunung Bromo berada pada koordinat 8°06′ LS dan 120°55′ BT. Gunung dengan ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut ini dapat diakses dari berbagai jalur, seperti Probolinggo, Pasuruan, hingga Malang. Pagi hari menjadi waktu terbaik untuk menyaksikan keindahan alamnya, saat langit perlahan berganti warna dan sinar matahari pertama menyapa puncak-puncak pegunungan. Bagi banyak wisatawan, momen ini sering menjadi alasan utama untuk datang dan merasakan langsung atmosfer pagi yang khas di kawasan Bromo.
Kawasan Viewpoint yang Menawarkan Panorama Bromo dari Berbagai Sudut

Salah satu ciri khas wisata Gunung Bromo adalah keberadaan banyak titik pandang yang menyuguhkan pemandangan berbeda-beda. Viewpoint Penanjakan sering menjadi pilihan utama karena dari sinilah pengunjung dapat menikmati matahari terbit dengan latar Gunung Semeru yang menjulang di belakang Bromo. Di waktu-waktu tertentu, kabut tipis yang menyelimuti lautan pasir menciptakan pemandangan yang dramatis, menjadikan Penanjakan tempat favorit untuk memulai hari.
Selain Penanjakan, wisatawan juga memanfaatkan Bukit Kingkong dan Bukit Cinta sebagai alternatif untuk menikmati panorama pagi. Kedua titik tersebut menawarkan suasana lebih tenang dengan jumlah pengunjung yang tidak terlalu padat. Dari lokasi tersebut, kontur Gunung Bromo terlihat jelas dan menjadi objek fotografi favorit pengunjung yang menunggu momen terbitnya matahari.
Lautan Pasir dan Kawah Bromo yang Ikonik

Setelah menyaksikan matahari terbit, wisatawan melanjutkan perjalanan menuju Lautan Pasir Bromo, salah satu ciri khas utama kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Hamparan pasir yang luas tersebut dapat dilintasi dengan berjalan kaki, menyewa kuda, atau menggunakan kendaraan jeep yang dioperasikan masyarakat setempat.
Dari area lautan pasir, wisatawan kemudian mendaki melalui tangga utama menuju bibir kawah. Aktivitas vulkanik Gunung Bromo masih terlihat jelas melalui asap tipis yang terus keluar dari pusat kawah. Dari puncak, pemandangan terbentang ke berbagai arah, memperlihatkan kontur padang pasir dan dinding perbukitan yang mengelilinginya.
Di dekat kawasan kawah, berdiri Pura Luhur Poten, tempat ibadah masyarakat Suku Tengger. Pura ini menjadi lokasi pelaksanaan upacara Yadnya Kasada setiap tahun, sebuah tradisi yang telah berlangsung turun-temurun sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan syukur kepada Sang Hyang Widhi.
Savana dan Bukit Teletubbies Menambah Ragam Wisata Bromo

Selain lautan pasir, kawasan Bromo juga memiliki hamparan padang savana di sisi lainnya, yang dikenal sebagai Bukit Teletubbies. Area ini menawarkan suasana yang kontras dengan bagian kawah yang penuh pasir. Hamparan lembah dan bukit-bukit kecil berwarna hijau menciptakan pemandangan yang menenangkan. Banyak pengunjung memanfaatkan lokasi ini untuk beristirahat, berfoto, atau sekadar menikmati udara segar yang bertiup dari perbukitan.
Pada musim tertentu, warna savana berubah menjadi cokelat keemasan sehingga memberikan suasana yang berbeda namun tetap menarik. Perubahan warna inilah yang membuat kawasan ini seolah menghadirkan karakter baru setiap waktu. Dengan suasana yang lebih tenang dan jauh dari keramaian, bukit ini menjadi tempat yang cocok untuk menghabiskan waktu sebelum kembali menjelajahi kawasan Bromo lainnya.
Suasana Perjalanan yang Berkesan dari Awal hingga Akhir

Jeep menjadi moda transportasi utama bagi wisatawan di kawasan Gunung Bromo. Kendaraan ini dioperasikan oleh masyarakat lokal untuk mengantar pengunjung menuju sejumlah titik wisata seperti Penanjakan, kawah Bromo, hingga area savana. Perjalanan biasanya dilakukan pada dini hari melalui rute bertanah pasir dan medan menanjak yang memerlukan kendaraan berpenggerak empat roda.
Saat hari mulai terang, rute yang dilalui memperlihatkan jajaran pegunungan dan lembah luas yang mengelilingi kawasan nasional tersebut. Selain mempermudah akses, perjalanan menggunakan jeep juga menjadi bagian dari pengalaman wisata tersendiri di Bromo karena menawarkan suasana yang berbeda antara keberangkatan sebelum fajar dan perjalanan kembali setelah matahari terbit.
Penutup: Mengabadikan Jejak Petualangan di Gunung Bromo
Gunung Bromo menghadirkan pengalaman yang lengkap, pemandangan alam, tradisi masyarakat Tengger, hingga perjalanan yang penuh cerita dari awal hingga akhir. Setiap area memiliki daya tarik tersendiri, mulai dari matahari terbit di Penanjakan, perjalanan melintasi lautan pasir, hingga bukit-bukit savana yang menenangkan. Di antara kabut pagi dan langit yang perlahan berubah warna, banyak pengunjung menemukan momen yang meninggalkan kesan mendalam.


Google Maps : https://maps.app.goo.gl/RvDiedsC8f8G8pWX7?g_st=ipc







Tinggalkan Balasan