Kota Palu – Malam hari di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Lolu Utara, selalu ramai. Bukan karena kemacetan, tapi karena warga berbondong-bondong menuju sebuah tempat yang kini jadi primadona: Taman Hasanuddin. Kalau orang lokal bilang, ini “Bundaran Hasanuddin” atau “Bundaran SMP 2” – karena memang lokasinya persis di dekat SMP 2 Palu.
Sejak diresmikan Wali Kota Hadianto Rasyid akhir Desember 2022 lalu, taman ini jadi salah satu destinasi favorit keluarga Palu. Nggak heran sih, habis revitalisasi, tampilannya jadi kece dan nyaman banget buat nongkrong.
Lebih dari Sekadar Taman Biasa
Yang bikin Taman Hasanuddin spesial itu bukan cuma karena asri dan rindang. Tempat ini punya nilai sejarah yang mendalam – konon di sinilah sekitar 600 tahun silam, Kota Palu dideklarasikan masuk dalam NKRI. Jadi sambil santai-santai, kita sebenarnya lagi duduk di tanah yang penuh cerita.
Di sisi selatan taman, ada deretan nama delapan tokoh Sulawesi Tengah yang diabadikan lengkap dengan biografi singkat mereka. Ada Kesman Abdullah, Wali Kota Palu pertama, Sis Aljufri yang mendirikan Al-Khairaat, sampai tokoh legendaris kayak Dato Karama dan Pue Njidi. Jadi sambil jalan-jalan, bisa sekalian belajar sejarah deh.
Fasilitas yang Bikin Betah

Begitu masuk area taman, yang pertama kali nyuri perhatian pasti kolam air mancur di tengahnya. Kolam melingkar ini nggak cuma cantik buat dilihat, tapi juga punya makna filosofis – melambangkan kesejukan di tengah panasnya Kota Palu. Malamnya, air mancur ini menyala dan jadi spot foto favorit pengunjung. Belum lagi kalau lagi ramai, pantulan lampu di air bikin suasana tambah romantis.
Kota Palu
Di sekeliling kolam, ada rerumputan hijau yang luas dan pepohonan besar yang rindang. Enak banget buat tiduran sore-sore sambil ngerasain angin sepoi-sepoi. Beberapa orang biasa bawa tikar, duduk santai sambil ngobrol atau main sama anak-anak.
Buat yang suka olahraga, taman ini juga jadi tempat favorit lari santai atau jogging. Jalurnya enak, nggak terlalu luas tapi cukup buat keliling beberapa putaran. Biasanya mulai rame dari sore sampai malam, banyak yang lari sambil dengerin musik atau ngobrol sama teman.
Yang unik, di taman ini ada tugu dengan bentuk lingkaran spiral. Kata yang bikin, ini melambangkan putaran waktu yang terus bergerak – kayak perjalanan Kota Palu dari masa lalu sampai masa depan. Ada juga sculpture berbentuk lingkaran yang diartikan sebagai gelombang, menggambarkan ketangguhan masyarakat Palu menghadapi berbagai cobaan, terutama bencana 2018 yang sempat meluluh-lantakkan kota ini.
Oh iya, soal kebersihan juga diperhatikan banget. Ada 11 tempat sampah yang dibedakan antara organik dan non-organik. Jadi pengunjung bisa sekalian belajar buang sampah pada tempatnya.

Suasana yang Hangat dan Akrab
Yang paling seru dari Taman Hasanuddin itu suasananya. Nggak kaku, nggak eksklusif, semua orang bebas datang dan menikmati. Mulai dari bapak-bapak yang ngobrol sambil ngopi, ibu-ibu yang jaga anak main, pasangan muda yang lagi pacaran, sampai anak-anak sekolah yang mampir sebentar setelah pulang sekolah.
Sore hari adalah waktu paling rame. Sekitar jam 5 sore, taman mulai penuh. Ada yang lari-lari kecil, ada yang duduk di pinggir kolam sambil foto-foto, ada yang cuma duduk bengong menikmati sore. Suara air mancur yang gemericik jadi backsound alami yang menenangkan.
Kalau malam, suasananya beda lagi. Lampu-lampu taman mulai menyala, bikin area ini jadi lebih hidup. Air mancur yang berkilauan jadi magnet tersendiri. Banyak keluarga yang datang khusus buat jalan-jalan malam sambil bawa anak-anak. Ada juga yang cuma lewat, tapi akhirnya parkir dan duduk sebentar karena suasananya enak.
Tempat Reuni Warga Palu
Wisata Lainnya:
- Menelusuri Jejak Keindahan Sulawesi Tengah: Destinasi Wisata Bulu Woo Yang Memanjakan Mata Bagi Para Pendaki
- Misi Kulineran Minggu Pagi, Jelajah Lezat di CFD Baruga Kota Palu!
- Menikmati Keindahan Pantai Pusat Laut: Destinasi Wisata Tersembunyi di Donggala, Sulawesi Tengah
- Pengalaman Berkunjung ke Kebun Stroberi: Memetik, dan Menikmati Suasana Alam
Bukan cuma tempat rekreasi, Taman Hasanuddin juga sering jadi tempat pertemuan. Mulai dari reuni alumni, kumpul komunitas, sampai acara-acara kecil warga. Lokasinya yang strategis dan aksesnya yang mudah bikin taman ini jadi pilihan yang praktis.
Yang jelas, kehadiran Taman Hasanuddin ini jadi angin segar buat warga Palu. Di tengah kota yang terkenal panas, punya ruang terbuka hijau kayak gini itu hal yang berharga. Tempatnya yang nggak terlalu luas justru bikin suasananya lebih intim dan hangat.
Jadi kalau lagi main ke Palu, sempatkan mampir sore atau malam ke Taman Hasanuddin. Nggak perlu bayar, gratis. Cukup datang, duduk, nikmati suasana, dan rasain sendiri kenapa warga Palu begitu sayang sama taman ini.
Google Maps :







Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.