Dalam tutorial online (e-learning), teori behaviorisme ditunjukkan melalui komponen yang menekankan stimulus-respons, latihan berulang, dan penguatan (reinforcement) untuk membentuk perilaku. Komponen utamanya adalah: (1) kuis otomatis dengan feedback instan, (2) modul terstruktur dengan tujuan instruksional jelas, dan (3) sistem poin/lencana. [1, 2, 3]
Berikut penjelasan 3 komponen behaviorisme dalam e-learning:
- Kuis Otomatis dengan Feedback Langsung (Reinforcement)
- Deskripsi: Setelah membaca materi, peserta didik langsung mengerjakan kuis pilihan ganda. Sistem langsung memberitahu apakah jawaban benar atau salah (umpan balik instan).
- Ciri Behaviorisme: Jawaban benar (stimulus-respons) diberikan penguatan positif (nilai), sedangkan jawaban salah diberikan penguatan negatif atau perbaikan, mendorong peserta didik mengulangi materi untuk perilaku (jawaban) yang benar.
- Modul Terstruktur & Tujuan Pembelajaran Spesifik
- Deskripsi: Materi pelajaran dipecah menjadi bagian-bagian kecil (kecil-kecil/modular) yang disusun berurutan, dimulai dengan tujuan pembelajaran yang sangat spesifik (misal: “Setelah mempelajari ini, Anda dapat…”).
- Ciri Behaviorisme: Ini menunjukkan pengajaran yang terprogram di mana perilaku yang diharapkan sudah ditentukan di awal, memaksa peserta didik mengikuti jalur linear untuk mencapai target perilaku tersebut.
- Sistem Gamifikasi: Poin, Lencana, atau Peringkat
- Deskripsi: Peserta didik mendapatkan poin atau “lencana” setelah menyelesaikan tugas atau membaca modul tertentu.
- Ciri Behaviorisme: Ini adalah bentuk operant conditioning (pengkondisian operan) di mana penguatan eksternal (poin/lencana) diberikan untuk memotivasi perilaku positif (menyelesaikan tugas) agar diulangi kembali. [1, 2, 3, 4, 5]
Komponen-komponen ini fokus pada hasil yang dapat diamati (penyelesaian tugas) daripada proses mental peserta didik. [1, 2, 3]